PPAD
Serba-serbiWirausaha

Kenalkan Belimbing Depok Unggulan Ekspor

PPAD Prosperity— Belimbing? Pasti kebanyakan kita sudah tahu buah belimbing. Aslinya buah ini berasal dari Asia, utamanya Indonesia, India dan Sri Langka. Kini buah yang disebut memiliki khasiat kesehatan telah menyebar ke seluruh dunia, utamanya di wilayah Amerika latin juga Afrika. Di Amerika, tepatnya Florida dan Hawaii, malah penanaman belimbing dilakukan untuk komersial.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Dedi Nursyamsi dalam kegiatan Ngobras OTS di Sawangan Depok mengatakan, Belimbing Depok merupakan salah satu komoditas hortikultura andalan dan memiliki prioritas untuk ekspor karena negara lain tidak memiliki belimbing seperti Belimbing Depok.

“Jika ingin lebih manis, pupuk K harus diberikan lebih banyak dari biasanya, minimal dua kali lipat. Penyuluh harus bisa membimbing petani untuk dapat mengolah hasil panen belimbing ini, salahsatunya dengan dibuat jus. Tidak lupa dengan memberikan merek dan memperhatikan pemasarannya,” jelas Dedi Nursyamsi.

Belimbing Depok harus dibrandingkan karena memiliki daya tarik yang luar biasa sejak pandangan pertama. Belimbing Depok memiliki rasa yang khas dan juga memiliki fungsi kesehatan yang luar biasa. Kelebihan itu yang menjadi alasan untuk dilakukan branding.

Awalnya, jelas Nurjali Ketua KTNA (Kontak Tani Nelayan Andalan) Sawangan, belimbing di Depok bervariasi. Namun kemudian Dinas memberi pengarahan terkait penyeragaman varietas. Kepada petani diberikan bibit varietas dewa untuk ditanam. Hasilnya, kini belimbing di Depok seragam berasal dari varietas dewa.

“Perbedaan Belimbing Depok dengan belimbing yang lain dapat dilihat dari ukuran buahnya yang besar dan warnanya yang lebih menyala,” jelas Nurjali.

“Belimbing Depok menjadi ikon Kota Depok, hal ini diharapkan dapat tetap terjaga. Petani di Kota Depok juga meminta dukungan pemerintah dalam pemasaran buah belimbing Bepok ini,” tambah Nurjali.

Hikmah Yudawati, yang merupakan Koordinator BPP Sawangan menambahkan, kendala yang dihadapi petani dalam budidaya belimbing ini adalah diserang OPT yaitu lalat buah. “Jika telat dibungkus, buah akan langsung diserang oleh lalat buah. Selain itu juga jika tidak dibungkus, buah belimbing bisa rontok jika sudah matang,” ujar Hikmah Yudawati.***/din

Related posts

Cara Terbaik Penanganan Penyebaran PMK Adalah Pencegahan, Utamanya Biosecurity

admin

Hindari Komplikasi dengan Manajemen Gula Darah

admin

Inovasi: Mengolah Limbah Budidaya Udang Menjadi Pupuk

admin

PP Pertina Ikuti Arus Besar Tinju Dunia

admin

“Separuh Napas” di Bundaran HI

admin

Indonesia Perkenalkan Program Penyediaan Air Minum Berbasis Masyarakat di World Water Forum ke-10

admin

Leave a Comment