PPAD
Kesehatan

Penting! Lima Cara Menaikkan Hb dengan Cepat

PPAD Prosperity— Cara menaikkan Hb dengan cepat perlu dilakukan saat kadar hemoglobin terlalu rendah. Cara ini bisa dilakukan untuk menangani beberapa kondisi medis, misalnya pendarahan, anemia berat, atau kelainan darah. Berbagai cara menaikkan Hb dengan cepat bisa dengan penanganan medis, konsumsi suplemen, maupun dengan memperbaiki pola makan, lho.

Dilansir alodokter, hemoglobin (Hb) merupakan protein dalam sel darah merah yang berfungsi sebagai pembawa oksigen ke seluruh tubuh. Nah, fungsi ini hanya bisa dilakukan secara maksimal jika kadar hemoglobin dalam darah cukup. Ketika jumlah Hb menurun, tubuh pun akan mengalami kurang darah atau anemia.

Sayangnya, seseorang bisa saja kekurangan hemoglobin atau anemia karena berbagai hal, misalnya kekurangan nutrisi, pendarahan, atau menderita penyakit tertentu. Jika tidak ditangani, kondisi ini bisa membahayakan kesehatan. Untuk itu, agar tubuh pulih kembali, cara menaikkan Hb dengan cepat perlu dilakukan.

Cara Menaikkan HB dengan Cepat

Kadar hemoglobin yang rendah adalah salah satu tanda kurang darah (anemia), yakni kondisi saat kadar sel darah merah dalam tubuh berkurang drastis. Kondisi ini bisa disebabkan oleh beberapa hal, terutama kurangnya asupan zat besi, folat, atau vitamin B12. Soalnya, ketiga nutrisi ini dibutuhkan dalam pembuatan sel darah merah dan hemoglobin.

Selain itu, hemoglobin rendah juga bisa disebabkan oleh pendarahan atau adanya penyakit tertentu yang membuat tubuh tidak mampu membuat sel darah merah secara cukup, misalnya penyakit ginjal, thalasemia, atau kanker.

Kadar hemoglobin diketahui melalui pemeriksaan darah. Setelah diketahui bahwa kadar Hb rendah, penanganan menggunakan cara menaikkan Hb dengan cepat akan dianjurkan oleh dokter berdasarkan penyebab dan kegentingan kondisi pasien. 

Secara umum, berikut ini adalah beberapa cara menaikkan Hb dengan cepat yang bisa dilakukan:

1. Transfusi darah

Transfusi darah adalah cara menaikkan Hb dengan cepat yang paling umum dilakukan. Metode ini biasanya dilakukan untuk menangani kasus anemia berat karena penyakit kronis atau perdarahan berat, misalnya karena operasi atau kecelakaan. 

Meski efeknya cukup cepat, cara menaikkan Hb yang satu ini tetap memerlukan proses, dimulai dari mendapatkan darah donor yang cocok dengan penerima hingga evaluasi kondisi pasien secara umum. Setelah itu, dokter akan memberikan transfusi darah sesuai kebutuhan dan kondisi pasien. 

2. Suntikan eritropoietin

Eritropoietin adalah hormon yang diproduksi oleh ginjal secara alami. Di dalam tubuh, hormon ini bertugas untuk meningkatkan produksi sel-sel darah merah, khususnya ketika jumlah hemoglobin maupun sel darah merah berkurang. Sayangnya, produksi hormon ini bisa terganggu ketika ginjal rusak.

Jika Hb rendah atau anemia terjadi karena penyakit kronis, khususnya penyakit ginjal, pemberian suntikan eritropoetin buatan bisa dilakukan sebagai salah satu cara menaikkan Hb dengan cepat. Dengan begitu, produksi sel darah merah dan hemoglobin tetap lancar.

Untuk memantau hasilnya, dokter biasanya akan menganjurkan pemeriksaan kadar hemoglobin setiap 3 bulan sekali selama cara ini diterapkan.

3. Zat Besi

Zat besi adalah mineral penting yang berfungsi sebagai bahan utama pembentukan hemoglobin. Jika tubuh kekurangan asupan ini, kadar hemoglobin dan sel darah merah pun bisa menurun. Kondisi inilah yang disebut anemia karena kekurangan zat besi. 

Itulah sebabnya, konsumsi zat besi yang cukup bisa menjadi cara menaikkan Hb dengan cepat meskipun tidak secepat cara lain di atas. Kamu bisa mengonsumsi makanan tinggi zat besi jika hemoglobinmu kurang karena anemia kekurangan zat besi.

Nah, untuk menerapkan cara ini, konsumsilah makanan tinggi zat besi, seperti daging, hati, buncis, kacang, dan bayam. Selain dari makanan, zat besi juga bisa diperoleh dari suplemen zat besi.

4. Folat

Selain zat besi, hemoglobin juga dibentuk oleh vitamin, salah satunya vitamin B9 alias folat. Oleh sebab itu, salah satu cara menaikkan Hb dengan cepat adalah mengonsumsi makanan tinggi folat.

Meski cara ini tidak secepat prosedur transfusi darah atau pemberian obat eritropoietin, kamu bisa mendapatkan beragam manfaat kalau menerapkannya, lho. Jika kamu akan atau sedang hamil, asupan folat yang cukup sangat diperlukan untuk mencegah bayi lahir dengan berat badan rendah atau kelainan saraf, seperti cacat tabung saraf.

5. Vitamin B12

Hb rendah juga bisa dipengaruhi oleh kurangnya asupan vitamin B12. Soalnya, vitamin ini diperlukan untuk membentuk hemoglobin dan sel darah merah yang sehat dan cukup. Serupa dengan zat besi dan folat, mengonsumsi vitamin B12 bisa dilakukan saat Hb rendah karena kekurangan vitamin B12, misalnya pada anemia karena kekurangan vitamin ini.

Oleh sebab itu, agar kadar Hb senantiasa normal, rutinlah mengonsumsi makanan tinggi vitamin B12, seperti ikan, daging merah, telur, dan susu. Kalau perlu, kamu juga bisa mengonsumsi suplemen zat besi sesuai anjuran dokter, ya.

Bila kondisi anemia atau kekurangan hemoglobin yang kamu alami masih bisa ditangani dengan pemberian suplemen dan penerapan pola makan tinggi zat besi, folat, dan vitamin B12, transfusi darah maupun pemberian eritropoietin mungkin tidak selalu diperlukan.

Selain cara menaikkan Hb dengan cepat di atas, ada prosedur lain bernama transplantasi sumsum tulang yang dilakukan jika sumsum tulang tidak mampu membuat sel darah dalam jumlah cukup. Namun, hal ini hanya dilakukan pada kasus Hb rendah khusus, misalnya karena leukemia dan limfoma.

Perlu diingat, berbagai cara di atas bisa dilakukan dengan anjuran dokter, setelah dokter memastikan kadar hemoglobin dan sel darahmu melalui tes darah. 

Nah, untuk mencegah hemoglobin rendah atau jenis anemia lainnya, kamu bisa melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin ke dokter. Selain itu, kenalilah berbagai gejala anemia, seperti, lelah, lemas, atau tangan dan kaki terasa dingin, agar kamu bisa segera memeriksakan diri jika mengalaminya, ya.***alodokter

Related posts

Daun Kenikir untuk Mengobati Diabes, Cobalah!

admin

Mengenal TB Laten, Infeksi Bakteri TB Tanpa Gejala

admin

Virus Nipah dan Potensinya Menjadi Pandemi Baru

admin

Jangan Anggap Remeh Kram Otot Bisa Berisiko Serangan Jantung dan Stroke

admin

Ini Dia 6 Buah yang tidak Boleh Dimakan Penderita Jantung

admin

Ini Suplemen yang Diperlukan Usia 50 Tahun ke Atas

admin

Leave a Comment