PPAD
KesehatanTips

Gejala Jantung Bengkak yang Perlu Anda Ketahui

PPAD Prosperity—Baru-baru ini dunia entertainment dikejutkan dengan pengakuan presenter kondang, Roy Kiyoshi bahwa dia divonis hanya bisa bertahan hidup 2 tahun lantaran mengalami pembengkakan jantung yang parah. Meski sangat sedih dengan kabar yang disampaikan dokter, namun Roy mengaku hanya bisa pasrah.

Apa sebenarnya yang dimaksud pembengkakan jantung? Sudah pasti banyak orang bingung dan bertanya-tanya apakah sama dengan penyakit jantung biasa.

Dikutip dari alodokter, pada tahap awal, kondisi jantung bengkak kerap tidak menimbulkan gejala. Gejala jantung bengkak cenderung baru muncul ketika pembengkakan sudah cukup parah. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui berbagai gejala jantung bengkak agar penanganan dapat segera dilakukan.

Jantung bengkak atau kardiomegali bukanlah suatu penyakit, melainkan tanda dari kondisi klinis atau penyakit tertentu. Gejala jantung bengkak yang muncul umumnya tergantung penyebabnya. Pada sebagian orang, jantung bengkak tidak menimbulkan gejala. Namun, pada sebagian orang lainnya, gejala jantung bengkak yang ditimbulkan bisa membuat tubuh merasa tidak nyaman.

Penting bagi Anda untuk mengenali penyebab dan gejala jantung bengkak. Pasalnya, kondisi jantung bengkak akan lebih mudah ditangani bila terdeteksi sejak dini.

Berikut ini adalah tanda dan gejala yang kerap ditemui pada sebagian penderita jantung bengkak:

-Sesak napas, terutama saat beraktivitas atau ketika berbaring datar

-Aritmia atau gangguan irama jantung

-Tungkai dan kaki membengkak

-Berat badan bertambah karena pembengkakan

-Kelelahan

-Nyeri dada

-Palpitasi atau jantung berdebar-debar.

Tingkat keparahan gejala jantung bengkak yang muncul pada setiap orang bisa berbeda-beda. Ada beberapa orang yang hampir tidak merasakan gejalanya sama sekali. Ada pula yang hanya merasakan gejala ringan selama beberapa tahun. Namun, ketika pembengkakan jantung semakin parah, kondisi tersebut dapat menyebabkan sesak napas yang dialami penderitanya kian memburuk.

Ada beberapa penyebab jantung bengkak, antara lain:

Penyakit jantung bawaan, tekanan darah tinggi, kelainan otot jantung, anemia, penyakit jantung coroner, gangguan pada katup jantung, detak jantung tidak normal, kehamilan, jarang berolahraga dan obesitas.

Anda dianjurkan untuk segera ke dokter ketika merasakan gejala jantung bengkak. Terlebih, jika terjadi gejala sesak napas parah, nyeri dada, pingsan, serta rasa tidak nyaman di lengan, punggung, leher, rahang, atau perut. Bila gejala tersebut muncul, Anda harus segera mendapat penanganan medis karena bisa menjadi tanda-tanda  serangan jantung.

Karena jantung bengkak dapat disebabkan oleh berbagai hal, penting bagi Anda untuk rutin memeriksakan diri ke dokter guna mendapatkan pemeriksaan medis dan mencari tahu penyebab gejala jantung bengkak. Setelah diagnosis ditentukan, pengobatan untuk kondisi ini bisa meliputi pemberian obat-obatan dan prosedur operasi.

Menerapkan pola hidup sehat  merupakan upaya utama agar Anda terhindar dari kondisi jantung bengkak dan masalah kesehatan terkait jantung lainnya. Anda bisa menerapkan pola makan sehat dengan menu bergizi, berhenti merokok, membatasi konsumsi minuman beralkohol dan obat-obat terlarang, serta rajin berolahraga.

Penting bagi Anda untuk tidak mengabaikan setiap tanda dan gejala jantung bengkak yang mungkin timbul, karena kondisi ini bisa menyebabkan komplikasi berat, seperti gagal jantung , serangan jantung dan stroke, hingga kematian mendadak.***alodokter/din

Related posts

Ini Cara Kelola Limbah Peternakan Itik agar Ramah Lingkungan

admin

Manajemen Emosi untuk Menjadi Pemimpin yang Berintegritas

admin

Hindari PMK, Perketat Budi Daya Sapi dengan Biosecurity

admin

Satgas Yonif 200/BN Gelar Layanan Kesehatan Keliling di Kampung Kelila

admin

Anda harus Tahu! Mandi Malam Bisa Tingkatkan Imunitas Tubuh

admin

Penelitian: Minum Kopi dan Teh Terlalu Panas Bisa Picu Kanker

admin

Leave a Comment