PPAD
TipsWirausaha

Tips Membuat Pupuk Bio Urine Sapi

PPAD Prosperity— Pupuk cair bio urine dapat secara cepat mengatasi defesiensi hara dengan kandungan nitrogen, fosfor, kalium dan air lebih banyak jika dibandingkan dengan kotoran sapi padat. Dengan menggunakan pupuk ini, volume penggunaannya lebih hemat dibandingkan pupuk organik padat, serta aplikasinya lebih mudah karena dapat diberikan dengan penyemprotan atau penyiraman. Selain itu, pupuk cair bio urine mudah dibuat dan lebih murah harganya.

Namun demikian, urine sapi tidak dapat langsung digunakan untuk memupuk tanaman, melainkan harus diolah terlebih dahulu untuk menambah nilai manfaatnya.

Lalu, bagaimana cara pembuatannyanya? Ikuti langkah berikut:

1.Siapkan urine sapi pada bak penampungan;

2.Masukan sereh wangi yang sudah dicacah ke dalam urine guna mengurangi bau menyengat dari urine dengan perbandingan 10 kg serai untuk 500 ltr bahan urine;

3.Siapkan larutan molasses, atau gula merah dengan perbandingan 250 ml molasses untuk 10 ltr air bersih;

4.Larutkan bio activator ke dalam larutan molasses, aduk lalu diamkan selama 30 menit;

5.Masukkan larutan bio activator ke dalam urine, kemudian tutup wadah fermentasi, dan simpan selama 4 minggu;

6.Buka tutup wadah setiap 1 minggu sekali dan lakukan pengadukan selama 15 menit;

7.Setelah 4 minggu, lakukan sirkulasi dengan menggunakan tangga selama 24 jam guna membuang unsur ammonia yang bersifat patogen bagi tanaman;

8.Lakukan pengemasan.

Seperti telah disebutkan di atas, kelebihan dari pupuk cair bio urine ini adalah lebih mudah dalam pengangkutan jarak jauh, dan mudah pula dalam pengaplikasiannya dibandingkan dengan pupuk kompos.

Pengaplikasian pupuk cair bio urine pada tanaman adalah sebagai berikut:

1.Untuk tanaman semusim, bio urine dicampur dengan air bersih dengan perbandingan 1:2, kemudian dimasukkan ke dalam sprayer dan siap disemprotkan. Penyemprotan bisa dilakukan setiap dua minggu sekali.

2.Untuk tanaman industri dan perkebunan, dengan asumsi tanamannya baru ditanam dengan ketinggian rata-rata 80 cm, bio urine dan air bersih dicampur dengan perbandingan 1:1 dan diaplikasikan setiap 2 minggu.

Selain bermanfaat bagi petani, kegiatan pembuatan pupuk organik dari urine sapi ini juga berpotensi menjadi satu peluang usaha yang menguntungkan bagi para peternak. Limbah hasil ternak yang awalnya terbuang sia-sia dan tak jarang menjadi penyebab pencemaran lingkungan, kini bisa diubah menjadi pupuk yang sarat menfaat dan dicari pasar.***litbang.pertanian.go.id

Related posts

Pertanian Lahan Gambut Prospek Dikembangkan

admin

Potensi Jambu Kristal Jadi Keripik dan Sari Buah

admin

Kondisi Petani Makin Sulit di Tengah Ancaman Perubahan Iklim

admin

Bisnis Menjanjikan, Cabai Super Pedas ‘Katokkon’ Asal Toraja Harga Rp50 Ribu per-Kg

admin

Pelaku UMKM harus Melek Teknologi agar Bisa Bersaing di Era Digital

admin

Ampas Kelapa Berharga dari Halmahera

admin

Leave a Comment