PPAD Prosperity— Persatuan Purnawirawan TNI Angkatan Darat (PPAD) kembali meneguhkan komitmennya dalam menjaga kesinambungan kepemimpinan organisasi melalui pengukuhan Jenderal TNI (Purn.) HBL Mantiri sebagai Ketua Badan Pertimbangan Pusat (Batimpus) PPAD.
Prosesi yang berlangsung di Kantor Pusat PPAD, Jalan Matraman, Jakarta, bukan sekadar seremoni pergantian kepemimpinan, tetapi menjadi penegasan bahwa semangat pengabdian prajurit TNI Angkatan Darat tetap hidup dan berlanjut meskipun masa dinas keprajuritan telah berakhir.
Pengukuhan tersebut memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar pergantian jabatan. Momentum ini mencerminkan keberlanjutan estafet kepemimpinan, kesinambungan nilai-nilai kejuangan, serta komitmen para purnawirawan TNI Angkatan Darat untuk terus memberikan pemikiran, pengalaman, dan pengabdian terbaik demi kepentingan bangsa dan negara.

PPAD, Wadah Pengabdian yang Terus Berlanjut
Dalam berbagai kesempatan, almarhum Jenderal TNI (Purn.) Widjojo Soejono, pendiri PPAD, pernah mengingatkan melalui ungkapan “Nation Without Future”. Ungkapan tersebut menjadi refleksi bahwa suatu bangsa akan kehilangan masa depannya apabila generasi yang telah memiliki pengalaman dan pengabdian tidak lagi memberikan kontribusi bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.
Dengan semangat pengabdian yang tidak pernah berakhir, para purnawirawan TNI Angkatan Darat yang telah kembali menjadi bagian dari masyarakat bertekad untuk terus mengabdikan kemampuan, pengalaman, dan pemikirannya demi kepentingan bangsa dan negara.
Tekad tersebut diwujudkan melalui upaya memelihara persatuan dan kesatuan sesama purnawirawan, mempererat kesetiakawanan sosial dengan seluruh komponen bangsa, memperkokoh kebersamaan dengan TNI Angkatan Darat, serta senantiasa berjuang menjaga keutuhan dan tetap tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Bagi para purnawirawan, masa purnatugas bukanlah akhir dari pengabdian, melainkan awal dari pengabdian dalam bentuk yang berbeda demi kepentingan bangsa dan negara.
Atas dasar semangat dan pemikiran tersebut, Kepala Staf TNI Angkatan Darat saat itu, Jenderal TNI Ryamizard Ryacudu, meresmikan Persatuan Purnawirawan TNI Angkatan Darat (PPAD) pada 6 Agustus 2003 sebagai organisasi kemasyarakatan yang menjadi wadah untuk menghimpun, membina, dan mempersatukan para purnawirawan TNI Angkatan Darat dalam melanjutkan pengabdian kepada bangsa dan negara.
Sejak berdiri, PPAD berkomitmen untuk memelihara jiwa korsa, memperkuat persaudaraan dan solidaritas antarpurnawirawan, serta melestarikan nilai-nilai Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan Delapan Wajib TNI sebagai landasan moral dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Melalui organisasi ini, para purnawirawan diharapkan tetap mampu menyumbangkan tenaga, pikiran, pengalaman, dan keteladanan sebagai wujud tekad pengabdian yang tidak pernah putus dalam menjaga ideologi negara, memperkokoh persatuan nasional, serta mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Dengan demikian, kelahiran PPAD bukan sekadar membentuk sebuah organisasi purnawirawan, tetapi merupakan ikhtiar kolektif untuk memastikan bahwa pengalaman, nilai-nilai kejuangan, dan semangat pengabdian para prajurit TNI Angkatan Darat tetap menjadi bagian dari kekuatan moral bangsa dalam mengawal perjalanan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Prosesi Pengukuhan Berlangsung Khidmat
Pengukuhan Ketua Badan Pertimbangan Pusat PPAD dipimpin oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Ketua Umum PPAD, Mayjen TNI (Purn.) Dr. Komaruddin Simanjuntak, S.SIP., M.Sc., dan dihadiri oleh seluruh anggota Badan Pertimbangan Pusat yang berjumlah 45 orang.
Turut hadir dalam kesempatan tersebut Jenderal TNI (Purn.) Agustadi Sasongko Purnomo, Letjen TNI (Purn.) Kiki Syahnakri, para Wakil Ketua Badan Pertimbangan Pusat, Pengurus Pusat PPAD, perwakilan Purnawirawan KOWAD, PPAD DKI Jakarta, HIPAKAD, P3AD, serta para Ketua dan Pengurus Daerah PPAD se-Indonesia yang mengikuti acara secara daring.
Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan tertib, khidmat, aman, dan penuh suasana kekeluargaan. Acara kemudian ditutup dengan penyerahan kartu anggota PPAD serta sesi foto bersama sebagai simbol persatuan dan soliditas keluarga besar PPAD.
Sambutan Plt. Ketua Umum PPAD
Dalam sambutannya, Pelaksana Tugas Ketua Umum PPAD, Mayjen TNI (Purn.) Dr. Komaruddin Simanjuntak, S.SIP., M.Sc., menyampaikan penghormatan yang setinggi-tingginya kepada almarhum Jenderal TNI (Purn.) Try Sutrisno atas segala jasa, keteladanan, serta pengabdian beliau selama memimpin Badan Pertimbangan Pusat PPAD.
Menurutnya, almarhum telah mewariskan fondasi moral, semangat kebangsaan, dan nilai-nilai kepemimpinan yang akan terus menjadi pedoman bagi perjalanan organisasi.
Atas nama Dewan Pengurus Pusat PPAD dan seluruh keluarga besar PPAD, Komaruddin juga menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada para sesepuh, para Wakil Ketua Badan Pertimbangan Pusat, serta seluruh unsur organisasi yang telah bekerja dengan penuh kebersamaan dalam mempersiapkan proses regenerasi kepemimpinan. Berkat semangat musyawarah, kekeluargaan, dan rasa tanggung jawab bersama, estafet kepemimpinan Badan Pertimbangan Pusat dapat berlangsung dengan tertib, lancar, dan bermartabat.
Pada kesempatan tersebut, Komaruddin menyampaikan ucapan selamat kepada Jenderal TNI (Purn.) HBL Mantiri atas amanah yang diterima sebagai Ketua Badan Pertimbangan Pusat PPAD. Ia menyatakan keyakinannya bahwa di bawah kepemimpinan Jenderal HBL Mantiri, Badan Pertimbangan Pusat akan semakin optimal dalam menjalankan fungsi strategisnya sebagai pemberi nasihat, saran, dan pertimbangan kepada Dewan Pengurus Pusat PPAD, sekaligus menjaga kesinambungan nilai-nilai kejuangan dan arah pengabdian organisasi.
Menurut Komaruddin, Jenderal HBL Mantiri merupakan figur yang memiliki integritas, komitmen kebangsaan, loyalitas, keteguhan prinsip, serta semangat pengabdian yang tinggi.
Ketokohan beliau tidak hanya dibangun melalui perjalanan panjang sebagai prajurit TNI Angkatan Darat, tetapi juga melalui berbagai penugasan strategis setelah memasuki masa purnatugas. Pengalaman yang luas tersebut membentuk karakter kepemimpinan yang matang, bijaksana, visioner, dan konsisten dalam berpikir maupun bertindak.
“Beliau adalah sosok yang selalu menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi maupun golongan. Integritas, pengalaman, dan keluasan wawasan yang beliau miliki menjadi modal penting bagi Badan Pertimbangan Pusat dalam memberikan pemikiran strategis demi kemajuan organisasi,” ungkap Komaruddin.
Lebih lanjut, Komaruddin menjelaskan bahwa pergantian Ketua Badan Pertimbangan Pusat bukan sekadar proses regenerasi organisasi, melainkan bagian dari kesinambungan estafet kepemimpinan yang telah dibangun sejak berdirinya PPAD.
Tradisi tersebut diawali oleh Jenderal TNI (Purn.) Widjojo Soejono sebagai pendiri sekaligus Ketua Badan Pertimbangan Pusat pertama, kemudian dilanjutkan oleh Jenderal TNI (Purn.) Try Sutrisno, dan kini diteruskan oleh Jenderal TNI (Purn.) HBL Mantiri. Rangkaian kepemimpinan tersebut mencerminkan kesinambungan nilai, pengalaman, serta komitmen yang menjadi kekuatan utama PPAD.
Dalam bagian akhir sambutannya, Komaruddin mengingatkan kembali pesan luhur para pendiri PPAD agar senantiasa menjadi pedoman seluruh keluarga besar organisasi.
Ia menegaskan bahwa sejak awal kelahirannya, PPAD dibangun bukan sebagai kekuatan politik praktis, melainkan sebagai kekuatan moral bangsa yang lahir dari semangat pengabdian para purnawirawan TNI Angkatan Darat kepada negara.
Sebagai kekuatan moral, lanjutnya, PPAD dituntut untuk selalu peka terhadap berbagai persoalan yang dihadapi bangsa, tanggap terhadap dinamika yang berkembang di lingkungan TNI Angkatan Darat, serta mampu memberikan pemikiran yang jernih, objektif, dan konstruktif bagi kepentingan nasional.
Oleh karena itu, seluruh anggota PPAD diharapkan tetap menjaga jati diri organisasi, tidak terjebak dalam kepentingan politik praktis ataupun ambisi kekuasaan, melainkan tetap konsisten menempatkan kepentingan bangsa, negara, dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai prioritas utama.
“Mari kita jaga marwah organisasi ini sebagaimana yang telah diwariskan para pendiri. PPAD harus tetap menjadi rumah besar yang mempersatukan seluruh purnawirawan TNI Angkatan Darat, menjadi perekat kebangsaan, serta terus memberikan kontribusi nyata melalui pemikiran, pengalaman, dan keteladanan. “
“Dengan tetap berpegang teguh pada Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan Delapan Wajib TNI, saya yakin PPAD akan senantiasa menjadi organisasi yang berintegritas, berwibawa, dan dipercaya masyarakat dalam ikut menjaga persatuan bangsa serta mendukung TNI dan pemerintah yang sah demi terwujudnya Indonesia yang aman, maju, adil, makmur, dan sejahtera,” tutup Komaruddin. (Humas PPAD)



