PPAD
Serba-serbiWirausaha

Cerita dari Finlandia Festival: Kopi Geulis Sumedang Ludes Diserbu Pengunjung

PPAD Prosperity— Kopi Geulis! Dari namanya saja orang sudah bisa menebak kopi itu pasti berasal dari Jawa Barat. Ya, benar. Persisnya Kopi Geulis berasal dari Sumedang.

Yang menarik sekaligus membanggakan ternyata kopi asal Sumedang ini berhasil menarik minat para pencinta kopi dunia. Tak heran, karena Kopi Geulis baru-baru ini disertakan dalam pameran yang berlangsung di Finlandia. Booth Indonesia yang diinisiasi KBRI Helsinki memamerkan produk unggulan Indonesia, salah satunya Kopi Geulis Sumedang.

Tak dinyana, Kopi Geulis Sumedang menarik perhatian banyak pengunjung. Bisa jadi awalnya dari aroma kopi yang diseduh yang sungguh mengundang selera. Lantas mencoba mencicipi dan suka. Itulah yang terjadi di booth Indonesia, dimana para pengunjung antusias mencoba kopi jenis arabika ini.

Dikutip dari laman resmi Ditjenbun Kementerian Pertanian, Kopi Geulis Sumedang mewakili Indonesia ikut berpartisipasi pada kegiatan Indonesia Finland Festival pada Juni lalu. “Kopi yang kami bawa habis sebelum acara festival berakhir,” ujar Ai Awang selaku Pimpinan Kopi Geulis Sumedang.

Ai mengatakan, Dubes RI memberikan apresiasi kepada Bupati Sumedang dan Direktorat Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian, atas upaya membantu pengembangan kopi nasional dan mendorong promosi kopi di tataran Internasional khususnya masyarakat Finlandia.

Selain Kopi Geulis Sumedang sebagai Delegasi RI dari kalangan pelaku usaha kopi, turut hadir bersama antara lain partisipan kesenian dari Pemprov DKI Jakarta dan partisipan exhibition dari Pemda Sumedang (kopi) dan Depok (UMKM Craft) meramaikan acara tersebut.

Dubes RI berharap, tahun depan dapat menginisiasi kegiatan promosi yang lebih besar lagi khususnya membawa produk UMKM lebih banyak lagi dan mengundang tim promosi dari beberapa daerah di Indonesia dengan keunggulan budaya.

Sebagaimana diketahui, negara Finland ini memiliki karakteristik masyarakat yang sering berdiskusi, ngobrol atau hanya bersantai di café dengan kerabat atau keluarga sehingga ini menjadi peluang kopi Indonesia bisa diterima oleh masyarakat Finland.

Tidak hanya kopi, tentunya karena ditinjau secara daerah dengan iklim dingin, maka minuman penghangat badan seperti cokelat dan teh juga berpotensi untuk dapat dipromosikan dan diperdagangkan di sini.

Strategi Jemput Bola

Direktur Jenderal Perkebunan, Andi Nur Alam Syah mengapresiasi terlaksananya kegiatan promosi kopi Indonesia di Finland yang diinisiasi KBRI Helsinki. Dia berharap KBRI di berbagai negara tujuan ekspor Indonesia untuk dapat berkontribusi dalam memperkenalkan ragam produk perkebunan Indonesia.

Apalagi, jika negara-negara tersebut terlibat perjanjian bilateral atau setidaknya regional dengan Indonesia, itu menjadi peluang akses pasar. Karena KBRI sebagai pintu gerbang utama Indonesia untuk masuk di dunia Internasional, hanya KBRI yang mengetahui informasi market intelligent untuk pasar komoditas perkebunan Indonesia bisa masuk lebih dalam lagi.

“Strategi promosi komoditas perkebunan di pasar internasional ke depan, tidak hanya bisa dilakukan dengan menunggu atau dengan jalur digital marketing saja, tetapi kita harus berupaya untuk menjemput bola, datang ke lokasi negara, memamerkan produk, menjelaskan keunggulan nya dan uji rasa atau taste. Strategi seperti ini yang menurut hemat saya, akan memiliki kemungkinan keberhasilan lebih besar untuk menggaet calon-calon investor atau calon-calon buyer Luar Negeri,” ujarnya.

Hal senada juga di sampaikan oleh, Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan, Prayudi Syamsuri, bahwa negara Findland tidak saja kita sasar pasar secara single country tetapi jauh lebih besar dan luas lagi, produk perkebunan terutama kopi Indonesia bisa menggunakan Finland sebagai hub perdagangan untuk negara di Kawasan Skandinavia lainnya seperti negara Islandia, Swedia, Denmark, dan Norwegia. Negara-negara ini memiliki sejarah yang berkaitan dekat sehingga mereka berbagi banyak kesamaan budaya dan ini peluang untuk pasar produk perkebunan Indonesia karena kesamaan “kesukaan” dari suatu ragam produk.

Prayudi menambahkan, walaupun di tahun 2022 Indonesia belum tercatat mengekspor produk kopi ke Finland, tetapi nilai ekspor komoditas perkebunan Indonesia mencapai USD 20,9 juta yang didominasi ekspor olahan karet dan rempah-rempah.

Pihaknya berharap, festival seperti ini akan terus terselenggara secara continue dengan mengundang para pelaku usaha komoditas perkebunan lainnya yang menonjolkan produk sebagai identitas Indonesia. Indonesia tidak hanya punya kopi Sumedang, juga ada Gayo, Toraja, Kintamani, dan lain-lain yang tentunya akan semakin menambah referensi rasa dari masyarakat Finlandia yang dinobatkan sebagai Negara Paling Bahagia di Dunia.***

Related posts

Dosen IPB University: Kondisi Pertanian Semakin Turun

admin

Bandung bjb Tandamata Juara Proliga 2023

admin

Inovasi: Pupuk ‘Biosaka’ Tingkatkan Produktivitas Tanaman dan Hemat Biaya Produksi

admin

bank bjb Genjot Performa Layanan Digital Melalui Produktivitas dan Efisiensi

admin

Perubahan Iklim Picu Peningkatan Kejadian Bencana

admin

Bioimunisasi Benih Inovasi IPB University Berhasil Atasi Penggerek Batang Padi

admin

Leave a Comment