PPAD
Serba-serbiWirausaha

Alpukat Pameling, Ukuran Jumbo dengan Daging Tebal Dicari Pasar Eropa

PPAD Prosperity— Peluang ekspor alpukat terbuka lebar. Pasalnya permintaan pasar dunia terhadap buah alpukat cukup tinggi, sementara Indonesia hanya bisa mengekspor 400 ton per-tahun. Masih jauh dari Meksiko, yang sampai sekarang memegang ekspor tertinggi untuk alpukat yakni 1 juta ton/tahun.

Dirjen Hortikultura, Kementerian Pertanian RI, Prihasto Setyanto menyebut, nilai ekspor Indonesia ke luar negeri saat ini masih kurang maksimal.

“Ekspor alpukat yang paling tinggi saat ini masih dipegang oleh Meksiko, yaitu 1 juta ton per tahun. Indonesia untuk ekspornya baru mencapai 400 ton per tahun. Indonesia saat ini ada di peringkat 5 dunia. Hal ini perlu ditingkatkan lagi, khususnya untuk ekspor,” ujar Prihasto Setyanto.

Salah satu alpukat unggulan kualitas ekspor adalah alpukat pameling. Ukuran alpukat ini tergolong jumbo, bentuknya lonjong  dengan berat mulai dari 600 gram hingga 2 kg. Daging buahnya tebal, berwarna kuning mentega dan biji relative kecil.

Alpukat ini berasal dari Kabupaten Malang yang dikenal juga sebagai penghasil apel dan jeruk keprok. Dikutip dari tanaman-pangan.kabmalang, tanaman ini memiliki produktivitas tinggi mencapai 150-200 kg per pohon. Usia 2 tahun, pohon sudah belajar berbuah, dan dapat berbuah sepanjang tahun tanpa mengenal musim.

“Soal rasa jangan ditanya, pulennya juara dan siap diadu dengan alpukat unggulan lainnya,” ujar seorang petani alpukat pameling dari Desa Wonorejo, Kabupaten Malang.

Sebelum disebut dengan nama pameling, alpukat ini lebih dulu dikenal dengan nama alpukat arjuno. Ini lantaran pada awalnya alpukat unggulan local ini pertama kali dikembangkan di Desa Wonorejo, Kabupaten Malang, yang letaknya di lereng gunung Arjuno.

Meski punya banyak keunggulan, namun alpukat arjuno kurang dikenal masyarakat luas. Tahun 2015, agar alpukat jumbo ini makin dikenal, namanya diganti menjadi ‘Pameling’. Dan benar saja, nama alpukat pameling pun terkenal seantero negeri.

Kabarnya, permintaan ekspor alpukat pameling di antaranya datang dari pasar Eropa yang tertarik dengan ketebalan daging dan rasanya yang lezat.***/din

Related posts

SMESCO Gelar Pelatihan Digital Marketing Eksklusif bagi UMKM Unggulan

admin

Panen Raya Terancam La Nina, Pemda Diminta Pastikan Petani Tercover Asuransi Pertanian

admin

Konsumsi Timun Bisa Bantu Turunkan Tekanan Darah Tinggi

admin

Diperkirakan Surplus, Stok Beras Aman hingga Akhir 2022

admin

bank bjb Dukung Perdagangan Karbon untuk Cegah Perubahan Iklim

admin

Bangun Perkebunan Bioindustri Demi Tingkatkan Produksi dan Produktivitas Komoditas Perkebunan

admin

Leave a Comment