Keluarga besar Persatuan Purnawirawan TNI Angkatan Darat (PPAD) berduka. Ketua Badan Pertimbangan, Jenderal TNI Purn Try Sutrisno, wafat hari ini, Senin 2 Maret 2026, pukul 07.00 WIB di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat.
Almarhum meninggalkan seorang istri dan tujuh orang anak. Kabar wafatnya jenderal yang murah senyum itu, disampaikan melalui pesan berantai atas nama keluarga. Dalam pesan tersebut disebutkan bahwa jenazah dimandikan di RSPAD, sebelum dibawa ke rumah duka di Jalan Purwakarta Nomor 6, Menteng, Jakarta Pusat.
“Atas nama keluarga besar PPAD, kamu mengucapkan bela sungka yang sedalam-dalamnya, atas kepergian ayahanda kita semua, Bapak Jenderal TNI Purnawirawan Try Sutrisno. Almarum adalah putra terbaik bangsa dan teladan bagi prajurit TNI serta keluarga besar PPAD,” ujar Plt Ketua Umum PPAD, Mayjen TNI Purn Dr Komaruddin Simanjuntak.
Ia mendoakan semoga Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa menerima seluruh amal bakti dan pengabdian almarhum kepad abangsa dan negara, serta menempatkan almarhum di tempat terbaik di sisiNya.
Komar menegaskan, almarhum sangat peduli terhadap PPAD. Selalu hadir dalam acara-acara besar yang dihelat di Aula Soerjadi, Gedung PPAD Matraman, maupun di tempat-tempat lain. “Dan dalam berbagai kesempatan, beliau selalu menekankan tentang tiga petuah yang hingga kini masih terpatri di hati kami semua,” tambahnya.
Pesan Pertama, PPAD harus menjaga dan mengobarkan jiwa pejuang. Kedua, garap sektor pangan dan energi, mengantisipasi krisis pangan dan krisis energi di era mendatang. Ketiga, PPAD harus ikut mengawal jalannya negara dengan membuat kajian kondisi bangsa dan tata negara pasca amandemen UUD 1945.
Dan yang selalu ditekankan oleh Try kepada para juniornya adalah, pesan agar senantiasa mengingat bahwa TNI adalah tentara pejuang, tentara rakyat, dan tentara nasional. “Yang pensiun status administrasinya, tetapi jiwa pejuangnya tidak pernah ada kata pensiun,” kata Komar menirukan ucapan mendiaang Jenderal Try Sutrisno. (*)

