PPAD
Serba-serbiTipsWirausaha

Peluang Terbuka Lebar, Ini Kiat Sukses Bisnis Benih Tanaman

PPAD Prosperity— Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Tanaman Pangan beberapa waktu lalu menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Teknis dan Sosialisasi (BTS) Propaktani dengan tema “Meraup Cuan dengan Penangkaran Benih, Berminat?”

Catur Setiawan, Koordinator Pengawasan Mutu Benih, mengatakan, benih merupakan produk agribisnis yang harus berkualitas agar mampu bersaing di pasar global. Mulai tahun 2006, penggunaan benih bersertifikat mulai bergerak naik dari angka 30% menjadi 60-70%. Tentunya seiring dengan semakin menggeliatnya industri benih di Indonesia dan meningkatnya kesadaran petani menggunakan benih bersertifikat. “Hal ini tentunya tidak terpisah dari peran para produsen benih di Indonesia,” ujarnya sebagaimana dikutip dari laman tanamanpangan.pertanian.go.id

Dalam kesempatan itu Presiden Direktur PT Benih Citra Asia (Bintang Asia), H. Slamet Sulistiyono membagikan pengalamannya berkecimpung di dunia bisnis perbenihan tanaman sejak 28 tahun yang lalu. Menurut Slamet, dalam memulai bisnis perlu ditanamkan niat dan keyakinan yang kuat untuk menjadi produsen yang jujur sebagai pondasi untuk membangun industri benih.

Agar sukses membangun usaha benih tanaman, lanjut Slamet, pelaku usaha harus pandai mencari peluang. “Dari peluang itulah dapat tercipta produk yang dibutuhkan banyak orang. Melakukan survei ke lapangan akan membantu mengetahui jenis yang atau kriteria varietas yang diutuhkan masyarakat petani,” ujarnya.

Juga, katanya, pelaku usaha harus siap menghadapi tantangan baik dari diri sendiri maupun lingkungan. Mempunyai SDM yang solid dan kompeten, seperti breeder, akuntan, tim produksi maupun timpemasaran yang bisa diandalkan. 

Soal modal, kata Slamet, jika kita tidak mempunyai modal yang cukup, dapat menggunakan cara patungan atau pinjam bagi hasil, peminjaman modal ke Bank, dll. Saat ini, pemerintah telah mengucurkan dana cukup besar untuk KUR sektor pertanian.

Harus focus,  tegasnya. Seorang yang memulai bisnis harus fokus dan optimis, serta tidak mudah menyerah. Belajar dari kisah sukses orang lain, hal ini dapat memotivasi semangat sekaligus belajar dari pengalaman orang lain;

Seorang entrepreneur sukses harus memiliki keberanian untuk berani memulai dan menghilangkan rasa ketakutan, dan kekhawatirannya.

Slamet juga menuturkan bahwa kita harus pula memuaskan pada estafet berikutnya , yaitu pelanggan, dimana pelanggan adalah raja yang harus dimaksimalkan pelayanan kebutuhannya.

Pelanggan pebisnis benih tanaman adalah; petani pengguna benih, dimana mereka akan menuntut mutu benih yang kita jual, mereka akan meminta pembuktian dari produk benih yang kita hasilkan. Penyalur/pengedar benih; mereka adalah partner bisnis kita sekaligus pelanggan kita yang menuntut spesifikasi benih yang mudah didistribusikan;

Pedagang, mempunyai harapan bahwa benih yang kita produksi memenuhi standar perdagangan, misalnya tahan simpan, tidak mudah rusak, dan sebagainya. Industri, produk benih harus bisa memenuhi kepentingan industri makanan, dll. Konsumen, produk kita harus bisa memenuhi kebutuhan produk akhir di meja makan.

Dari beragamnya pelanggan tersebut, maka sebagai seorang entrepreneur di bidang perbenihan, harus benar-benar dapat memahami apa yang dibutuhkan pelanggan.

Slamet, yang telah berkecimpung selama lebih dari 28 tahun di bidang bisnis benih, juga menjelaskan, seorang pengusaha produsen benih harus mampu menjaga daya saing produknya di kancah pasar benih. Ia menjelaskan, setiap tahap yang dilakukan, dari perakitan sampai dengan pemasaran, harus memenuhi standar lebih tinggi dari standar minimal yang ditetapkan pemerintah. Selain itu setiap tahap bisnisnya harus dilakukan dengan professional dan konsisten dengan aturan yang ada. 

Tingkat persaingan yang semakin tinggi, dan dengan adanya Undang-undang Cipta Kerja menyebabkan tingginya investor yang datang di Indonesia, sehingga menuntut kita harus siap bersaing. Yaitu dengan menyediakan benih varietas unggul bermutu dengan kualitas lebih tinggi dari standard pasar. Oleh karena itu, kepuasan pelanggan sangat diprioritaskan dengan adanya kulitas yang bagus agar usaha lebih produktif dan berkembang.

“Intinya di bisnis benih itu jangan bermain main dengan mutu, jika bermain-main dengan mutu maka sama saja menggali kuburan sendiri”, ujarnya. “Hanya perusahaan yang memperhatikan mutu yang dapat bertahan hidup dan memenangkan persaingan,” ucapnya.***

Related posts

Cerita Jusuf Kalla Jadi “Duta Komodo”

admin

PPLH IPB University Sebut Mutu Air Sungai di DKI Jakarta Dominan Cemar Berat

admin

Buku Tentang Kisah “Jaguar” Pengawal Jokowi

admin

Meriahkan Ramadhan, bank bjb Sukses Gelar DIGI Ramadhan 1444H “Bisa Jadi Berkah 3.0”

admin

Ini 7 Makanan yang Dapat Membantu Perbaiki Fungsi Ginjal

admin

Kenangan Natuna Laksamana Yudo

admin

Leave a Comment