PPAD
Serba-serbiWirausaha

Jeli Melihat Peluang Bisnis di Masa Pandemi

PPAD Prosperity— Pada masa pandemi Covid-19 tidak sedikit bisnis yang mengalami kemerosotan. Hal ini juga dirasakan oleh Azmina Dalilati SPsi selaku Deputy Director of Operations Arata Mart. Alumnus Psikologi Universitas Airlangga (UNAIR) angkatan 2005 itu menceritakan juga terdampak pandemi Covid-19 pada bisnisnya.

Azmina dalam acara Apsilangga Talk, menceritakan perjalanan bisnisnya dari yang masih toko offline hingga beralih toko online dengan memanfaatkan sosial media. Azmina mengatakan, pada tahun 2012 pernah membuka toko offline dengan fokus pada fashion hijab. Meskipun sudah memiliki empat toko offline, pada 2015 Azmina memilih menutup toko tersebut dan beralih ke toko online.

“Setiap tahun kita menganalisis ada kendala-kendala di toko offline seperti sewa toko yang setiap tahunnya naik, terus gaji karyawan yang dari awal kerja sama kita pasti juga lebih gede. Terus pendapatan kita makin tipis, dari situ kita akhirnya melirik potensi bisnis online,” jelasnya sebagaimana dikutip dari laman unair.ac.id

Selanjutnya, Azmina mengungkapkan bahwa pada 2018 telah beralih pada bisnis fashion batik dengan membangun brand sendiri. Menurut Azmina, brand sangat penting dalam usaha, terutama fashion, karena menurutnya brand sebagai sebuah identitas. Sebelum pandemi ia juga telah merancang motif batik sendiri sebagai ciri khas dari brand batiknya. 

“Pada saat pandemi, ketika kita sudah merancang motif sendiri agar lebih memiliki identitas. Ternyata market kami full work from home (WFH) dan kami ikut terdampak dan mengalami penurunan omset yang signifikan. Meskipun diiklankan seperti apapun tidak memiliki efek pada kenaikan omset,” tuturnya.

Setelah menganalisis peluang bisnis yang menguntungkan pada masa pandemi, Azmina menceritakan memulai membangun bisnis kebutuhan pokok rumah tangga seperti sayur, daging, telur, dan sebagainya. Semua barang yang ada di pasar, ia jual secara online dan dikirim melalui kurir.

“Awalnya hanya di rumah dengan sedikit karyawan, kemudian kita iklankan dengan endorse influencer Surabaya, akhirnya demand naik dan berkembang,” ungkapnya.

Kemudian, Azmina melakukan rebranding bisnisnya dari AMH Modern Market menjadi Arata Mart. Lebih lanjut, kerja sama dengan pihak ketiga juga sangat membantu dalam perkembangan bisnisnya. Dari yang awalnya terkendala masalah tempat, produk, web, hingga biaya bisa teratasi dengan baik. ***/unairnews

Related posts

RESENSI BUKU: ‘Jaguar Mengawal Arjuna’

admin

Di bank bjb, Nabung Berjangka Langsung Bawa Pulang Sepeda Motor

admin

Jangan Salah! Rokok Elektrik Sama Berbahayanya dengan Rokok Tembakau

admin

Potensi Jambu Kristal Jadi Keripik dan Sari Buah

admin

“Dudung Abdurachman Membongkar Operasi Psikologi Gerakan Intoleransi”

admin

Panen Jagung di Lokasi Food Estate Gunung Mas

admin

Leave a Comment