PPAD
Serba-serbiTipsWirausaha

Ini Dia Produk Penghambat Bakteri Ikan Pindang Temuan Tim PKM RE Unair

PPAD Prosperity— Kabar baik untuk masyarakat, khususnya untuk pelaku usaha penjualan ikan pindang. Pasalnya, baru-baru ini Tim Program Kreativitas Mahasiswa (TIM PKM)- Riset Eksakta (PKM RE) Universitas Airlangga menciptakan produk penghambat bakteri pada ikan pindang.

Sebagaimana kita ketahui, ikan pindang adalah satu produk yang banyak dikonsumsi masyarakat. Jenis ikan yang dipindang bermacam-macam. Pindang sendiri merupakan sebutan untuk ikan olahan dengan cara kombinasi perebusan (pemasakan) dan penggaraman. Produk yang dihasilkan merupakan produk awetan ikan dengan kadar garam rendah.   

Dikutip dari laman unair.ac.id, disebutkan, Tim Program Kreativitas Mahasiswa – Riset Eksakta (PKM-RE) Universitas Airlangga (UNAIR) berhasil lolos pada tahap pendanaan dari Kemendikbud Ristek RI. Keempat anggota tim berasal dari Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK) UNAIR. Mereka adalah Sabilla Maidhyana, Maharani Shaffiah Andjani Sharma, Issa Ari Wijaya, dan Siti Nur Aini.

Pada risetnya, ketua tim Sabilla Maidhyana mengatakan bahwa mereka melakukan penelitian yang berjudul Potensi Edible Coating Kitosan dengan Penambahan Ekstrak Meniran (Phyllanthus niruri) untuk Menghambat Produksi Histamin Ikan Pindang selama Penyimpanan. 

Dari penelitian tersebut, mereka berharap masyarakat dapat mengkonsumsi ikan pindang dengan aman.

“Ikan pindang menjadi salah satu produk olahan tradisional yang terus meningkat permintaannya. Namun, penyimpanan ikan pindang di keranjang terbuka dapat meningkatkan kadar histamin,” ungkap Sabilla.

Kontaminasi pada Ikan Pindang

Ia menjelaskan bahwa histamin dapat menyebabkan keracunan pada manusia. Proses penjualan pindang dengan keranjang terbuka yang kerap terjadi di pasar tradisional menjadi salah satu penyebab tumbuhnya banyak bakteri. Oleh sebab itu, Sabilla dan tim  menggunakan edible coating untuk melapisi makanan sehingga dapat terlindungi dari kontaminasi bakteri.

Lapisan edible coating ikan pindang/sumber foto: unair.ac.id

Akan tetapi, menurutnya, selama ini edible coating hanya fokus sebagai antibakteri dan  tidak menjadi penghambat kerja kadar histamin. Dari itu, mereka menggunakan kitosan dan meniran sebagai bahan edible coating. Hal tersebut dilakukan karena kitosan memiliki efek antigenik, antibakteri, biokompatibel, biodegradable dan bersifat polar serta meniran kaya akan senyawa flavonoid quercetin.

“Meniran mengandung senyawa ellagitanin yang memiliki aktivitas biologis sebagai inhibitor enzim histidin dekarboksilase kuat pada manusia,” tambahnya.

Harapan untuk Masyarakat

Lewat produk tersebut, diharapkan masyarakat dapat memiliki metode yang lebih mudah dalam menekan produksi histamin selama penyimpanan ikan pindang. Selain itu, pemanfaatan bahan alami kitosan dan meniran dalam edible coating diharapkan dapat mengurangi penggunaan bahan kimia berbahaya.

“Semoga adanya inovasi ini dapat menjadi alternatif produk kemasan yang alami pada ikan pindang supaya lebih tahan lama, higienis, serta meningkatkan edukasi pengolahan hasil perikanan,” harapnya.***unair.ac.id

Related posts

RUPSLB bank bjb 2023 Tunjuk Pengurus Baru Perkuat Tata Kelola Perusahaan Semakin Baik

admin

IPB SORICE: Beras Sorgum Kaya Manfaat, Bantu Atasi MGG di Indonesia

admin

BMKG: Diprediksi Musim Hujan secara Bertahap Mulai November Ini

admin

Dukung Pemerataan Akses Keuangan, bank bjb Ambil Bagian Dalam Fin Expo 2023

admin

15 Ribu Ekor Bibit Ikan Nila untuk Para Petambak

admin

Bertani Singkong di Lahan Kering Masam, Ini Cara Tingkatkan Produktivitas dan Kualitasnya

admin

Leave a Comment