PPAD
KesehatanSerba-serbi

Dampak Perubahan Iklim pada Kesehatan Manusia

PPAD Prosperity— Banyak masyarakat yang menganggap perubahan iklim hanya seputar perubahan suhu, tidak memperhatikan berbagai efek dan dampak yang ditimbulkan dari perubahan iklim tersebut. Perubahan iklim menyebabkan kerentanan tubuh, salah satu konsekuensi dampak perubahan iklim bagi kesehatan tubuh adalah kesehatan pernafasan.

Demikian disampaikan Prof Dr Anang Endaryanto dr SpA (K) saat dikukuhkan sebagai guru besar Universitas Airlangga pada Rabu (31/8/2022).

“Ketika sel-sel dalam tubuh kita bisa ditembus, sistem kekebalan akan terganggu. Sehingga menyebabkan penyakit saluran nafas dengan gejala peradangan kronis serta penyakit tidak menular dan penyakit psikis,” tuturnya sebagaimana dikutip dari unairnews.

Menurutnya, masyarakat sering mempermasalahkan kesehatan dan penyakit seperti alergi, autoimun, diabetes, kardiovaskuler, kanker, neurodegenerative yang  sangat mempengaruhi produktivitas sosial ekonomi.

“Sayangnya kebanyakan dari kita hanya menganalisis penyakit itu dari situasi di seputar kita saja. Kita tidak pernah menganalisisnya secara mendalam, Apa yang membuat pada usia tua kita memiliki penyakit seperti itu,” ungkap Prof Anang yang tercatat sebagai Guru Besar FK Unair ke-123.

Penyakit Akibat Pemanasan Global

Dikutip dari alodokter, sejumlah gangguan kesehatan muncul akibat pemanasan global. Di antaranya adalah masalah penyakit pernapasan.

“Pemanasan global menyebabkan polusi udara dan gas berbahaya lain terperangkap di dalam Bumi. Hal ini bisa membuatnya mudah terhirup oleh manusia dan meningkatkan risiko terjadinya penyakit pernapasan, seperti penyakit paru obstruktif kronis dan asma,” tulis alodokter.

Anak-anak adalah kelompok paling rentan terkena dampak dari pemanasan global. Selain itu, polusi udara akibat pemanasan global juga dapat merusak fungsi dan menghambat pertumbuhan paru-paru anak.

Selain penyakit yang berkaitan dengan pernafasan, penyakit lainnya yang berpotensi muncul adalah penyakit menular.

Perubahan iklim menyebabkan suhu udara naik dan curah hujan meningkat. Hal ini berkaitan dengan peningkatan jumlah dan perluasan penyebaran hewan pembawa penyakit, terutama di daerah tropis seperti Indonesia.

Salah satu hewan pembawa penyakit yang paling banyak ditemukan adalah nyamuk. Hewan ini menjadi perantara berbagai penyakit, seperti malaria, demam berdarah, dan kaki gajah. 

Penyakit mental, juga merupakan salah satu dampak dari pemanasan global. Perubahan iklim dapat memicu terjadinya bencana alam, seperti badai, banjir, kekeringan, dan gelombang panas. Menghadapi bencana yang berkaitan dengan iklim dan cuaca bisa menyebabkan stres, gangguan kecemasan, depresi, gangguan stress pascatrauma.

Selain trauma akibat kehilangan rumah atau pekerjaan meninggalnya sanak keluarga akibat bencana alam juga bisa menjadi pemicu berbagai penyakit mental di atas. Paparan cuaca panas yang ekstrem pun memiliki kaitan yang erat dengan meningkatnya penya;ahgunaan alcohol bahkan kasus percobaan bunuh diri.

Efek pemanasan global juga dikaitkan dengan perilaku agresif dan kekerasan dalam lingkungan masyarakat. Kelangkaan dan penurunan kualitas makanan serta potensi peningkatan penyakit yang ditularkan oleh serangga, bisa menjadi dampak dari pemanasan global yang berisiko menyebabkan penyakit mental.

Orang dengan gangguan kesehatan mental lebih rentan terkena dampak pemanasan global. Hal ini karena beberapa jenis obat terkait masalah kejiwaan akan mengganggu kemampuan seseorang untuk mengatur suhu tubuh dan sensitivitas tubuh mereka terhadap udara panas.***/din

Related posts

IPB SORICE: Beras Sorgum Kaya Manfaat, Bantu Atasi MGG di Indonesia

admin

Terdampak Banjir, Kementan akan Beri Bantuan Benih pada Lahan Puso  

admin

BMKG Perkuat Sistem Peringatan Dini Multibahaya

admin

Daun Stevia, Pemanis Alami Pengganti Gula untuk Penderita Diabetes

admin

Gejala Penyakit Ginjal Kronis Sering tak Terasa, Tiba-tiba Stadium 5

admin

Segera Top Up Saldo e-Wallet Pakai DIGI, Raih Bonus Saldo DigiCash Jutaan Rupiah

admin

Leave a Comment