PPAD Prosperity— PPAD Prosperity— Fasilitas produksi munisi PT Pindad direncanakan dibangun di pulau-pulau besar lainnya agar dukungan logistik pertahanan tidak terpusat pada satu wilayah saja
Hal tersebut disampaikan Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kemhan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait dalam keterangan di Jakarta, Senin, (6/7/2026).
Rico mengatakan langkah itu dilakukan agar pabrik-pabrik tersebut bisa memproduksi dan mengirimkan logistik munisi secara cepat ke setiap satuan yang ada di daerah.
Dengan demikian, keberadaan pabrik tersebut secara langsung mendukung TNI dalam mempertahankan kedaulatan Indonesia di berbagai daerah.
Selain dari segi pertahanan, pembangunan munisi tersebut juga akan berdampak pada penguatan kemandirian PT Pindad sebagai industri pertahanan dalam negeri.
Dengan kesempatan itu, PT Pindad yang juga sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dapat memaksimalkan perannya sebagai produsen utama munisi TNI.
“Secara strategis, pembangunan ini bertujuan memperkuat kapasitas produksi munisi nasional, mengurangi ketergantungan terhadap pasokan luar negeri,” ucap Rico, dikutip dari Antara.
Papua Selatan dan Batulicin Kalsel
Hingga saat ini, lanjut dia, pabrik munisi itu telah terbangun di beberapa daerah, di antaranya di Papua Selatan dan yang paling terbaru dibangun di Batulicin, Kalimantan Selatan.
Rico mengatakan untuk pembangunan pabrik munisi di Batulicin, PT. Pindad akan menggunakan lahan seluas kurang lebih 30 hektare.
“Pemilihan Batulicin tentu melalui berbagai pertimbangan teknis dan strategis, antara lain ketersediaan lahan, akses wilayah, potensi dukungan infrastruktur serta posisi Kalimantan Selatan yang strategis dalam mendukung distribusi dan penguatan industri pertahanan nasional,” ungkapnya.
Dengan adanya pembangunan itu, Rico meyakini industri pertahanan dalam negeri akan semakin kuat dan mampu mendukung penguatan pertahanan Indonesia. (Antara)
***Caption: Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Informasi Pertahanan Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan Republik Indonesia/Foto: dok Kemhan

