PPAD Prosperity— Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak mengatakan adanya narasi soal prajurit TNI yang menggusur sekolah dasar (SD) untuk pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) merupakan informasi yang tidak benar.
Menurut dia, kenyataan di lapangan tidak mungkin se-ekstrem itu. Dia menegaskan bahwa tidak mungkin ada sekolah yang ditiadakan karena program KDMP.
“Menurut saya enggak normal kalau ada orang membubarkan sekolah. Sedangkan sekolahnya kan pasti sudah terdaftar,” kata Maruli usai mengikuti rapat bersama Komisi I DPR RI di kompleks parlemen, Jakarta, Rabu, dikutip dari Antara.
Dia mengatakan bahwa hal-hal seperti itu harus diklarifikasi satu per satu. Untuk itu, dia pun mengaku akan mengecek permasalahan sebenarnya di lapangan.
Dia menyampaikan hal itu guna merespons soal video viral di media sosial yang menunjukkan seolah-olah anggota TNI membongkar bagian bangunan SD Negeri Wolomoni di Desa Niowula, Kecamatan Detusoko, Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk diganti dengan bangunan KDMP.
Sebelumnya, Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Mabes TNI Brigjen TNI Muhamad Nas pun menjelaskan bahwa video yang viral itu adalah upaya memperlebar jalur karena adanya alat berat yang hendak masuk untuk membangun koperasi yang berada tepat di belakang sekolah tersebut.
Pihak TNI, kata dia, sudah mendapatkan lampu hijau dari pemerintah daerah untuk memindahkan tiang sekolah itu. Dia pun menyayangkan banyak masyarakat yang tidak mau mencari fakta lebih dalam terkait Informasi itu sehingga mereka mudah termakan informasi yang tidak benar. (Antara)
***Caption: Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak/Foto: Dispenad

