PPAD
Berita Terkini

Gunung Semeru Erupsi Terus-menerus dengan Tinggi Letusan hingga 1 Km

PPAD Prosperity— Gunung Semeru yang kini berstatus level III atau siaga mengalami erupsi terus menerus dengan tinggi letusan 600 meter hingga 1 kilometer pada Jumat malam.

Berdasarkan data petugas, Gunung Semeru tercatat mengalami erupsi sejak pukul 05.46 WIB; 06.10 WIB; 06.57 WIB; 9.29 WIB; 9.48 WIB; 9.54 WIB; 10.17 WIB; 11.19 WIB, kemudian erupsi kembali pukul 17.50 WIB; 18.18 WIB; 18.33 WIB; 18.51 WIB; 18.54 WIB; 19.40 WIB; dan 20.14 WIB, sehingga total tercatat 15 kali erupsi.

“Terjadi erupsi Gunung Semeru pada pukul 19.40 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 800 meter di atas puncak (4.476 meter di atas permukaan laut (mdpl),” kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Liswanto dalam laporan tertulis yang diterima di Lumajang, dikutip dari Antara,

Menurutnya kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah utara dan saat laporan itu dibuat, erupsi masih berlangsung.

Tidak selang lama, gunung tertinggi di Pulau Jawa itu kembali erupsi pada pukul 20.14 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 1.000 meter di atas puncak (4.676 mdpl).

“Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah utara. Saat laporan itu dibuat, erupsi masih berlangsung,” tuturnya.

Gunung Semeru berada pada status Level III (Siaga), sehingga Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memberikan sejumlah rekomendasi.

“Masyarakat tidak boleh melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi),” katanya.

Di luar jarak tersebut, lanjutnya, masyarakat tidak boleh melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak.

Masyarakat juga dilarang beraktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah/puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar).

Kemudian warga perlu mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan. (Antara)

Related posts

Gubernur Jateng: TNI Beri Kontribusi Nyata untuk Swasembada Pangan

admin

Dorong Prestasi Olahraga Indonesia, Grup MIND ID Dukung ASEAN Para Games 2022

admin

TNI Tegaskan Guru dan Nakes di Yahukimo Profesional, Tak Terlibat Satgas TNI

admin

Jurnalis Senior Egy Massadiah, Duduki Kursi Komisaris Independen PT KBI

admin

Peringati ke-79 Hari Juang TNI AD, Korem 031/Wira Bima Gelar Doa Bersama

admin

Pelaku Bisnis Diajak Optimalkan Pemanfaatan AI

admin

Leave a Comment