PPAD
Berita Terkini

TNI Siapkan 2.500 Porsi Makanan untuk Bukber di Huntara Aceh Tamiang

PPAD Prosperity—  Jajaran TNI dari Kodim 0117/Aceh Tamiang memasak 2.500 porsi masakan khas Aceh kuah beulangong untuk buka puasa bersama (bukber) perdana di hunian sementara (huntara) Karang Baru, Aceh Tamiang, Aceh.

“Kami sedang memasak kuah beulangong untuk sekitar 2.500 orang, ya, yang akan berkumpul di Masjid Darussalam di kompleks huntara,” ujar Dandim 0117/Aceh Tamiang Letkol Arm Subhi Fitra Jaya ketika ditemui di kompleks huntara Karang Baru, Aceh Tamiang, Kamis, dikutip dari Antara.

Subhi mengatakan gelaran buka bersama tersebut dalam rangka menyambut Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian yang dijadwalkan akan buka puasa bersama dengan warga yang menempati huntara tersebut.

Ia mengatakan memilih menu kuah beulangong, sebab menu tersebut merupakan hidangan spesial bagi orang Aceh. Kuah beulangong merupakan gulai khas Aceh yang berbahan dasar daging kambing atau sapi, dimasak bersama nangka muda dalam kuali besar (beulangong) dengan menggunakan kayu bakar.

Untuk memasak kuah beulangong tersebut, Subhi mengatakan telah menyiapkan setidaknya 180 kilogram (kg) daging.

Ia mengatakan mengerahkan sekitar 30 orang anggota TNI yang dibagi ke dalam sejumlah tim, yang tidak hanya bertugas memasak kuah beulangong tetapi juga mempersiapkan masjid untuk beribadah hingga membangun tenda.

“Ini jamuan untuk semua yang ada di kompleks ini, kurang lebih 600 KK. Ini (menu buka puasanya) juga gabung dengan masyarakat sekitar, bukan hanya yang di huntara saja yang bisa bergabung di sini,” ujar Subhi.

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dijadwalkan akan menjalani buka puasa perdananya di Aceh Tamiang bersama para pengungsi yang telah menempati huntara.

Selaku Ketua Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Wilayah Sumatera, Tito menegaskan Satgas PRR telah memberikan perhatian khusus untuk pemulihan akses jalan nasional, lantaran akses jalan menjadi fondasi utama percepatan distribusi logistik, mobilitas masyarakat, serta pemulihan aktivitas ekonomi di wilayah terdampak.

Pemerintah juga telah mengerahkan dukungan TNI dan Polri dalam pembangunan jembatan darurat. TNI membangun 62 unit jembatan Bailey, 74 unit Armco, serta 37 jembatan perintis, sedangkan Polri membangun 41 unit jembatan di berbagai wilayah terdampak. (Antara)

Related posts

Grup 1 Kopassus, Komandan Baru, Ukir Sejarah Baru

admin

Kasad Dianugerahi Gelar Adat Tertinggi Suku Dayak Mantir Hai Penambahan

admin

Kasad: Peningkatan Kesejahteraan harus Dirasakan Prajurit dan Keluarganya

admin

Kasad Apresiasi Program Pengembangan Entrepreneurship PPAD

admin

Kodim 0313/KPR Raih Penghargaan dalam TMMD ke-121

admin

TNI Bangun Rakit Penyeberangan Usai Jembatan Dihantam Banjir di Polman

admin

Leave a Comment