PPAD
Berita TerkiniWirausaha

Pakar Peternakan: Jangan Takut Bisnis Peternakan, Ini Menguntungkan

PPAD Prosperity— Bagi yang ingin berbisnis, namun masih bingung menentukan bisnis yang akan digelutinya, ada baiknya mempertimbangkan saran pakar peternakan drh. Dian Wahyu Harjanti, Ph.D. Menurutnya, salah satu bisnis yang paling menguntungkan saat ini adalah bidang peternakan.

“Jangan takut dan ragu terjun ke sektor peternakan. Beternak itu menjanjikan dan menguntungkan. Peternakan adalah salah satu tonggak yang menopang bangsa, ‘No Farm, No Food’,” ujar drh. Dian Wahyu Harjanti, Ph.D, pakar peternakan dari Universitas Diponegoro.

Meski sudah banyak ‘pemain’ di sektor ini, tetap saja peluangnya masih terbuka lebar lantaran permintaan tinggi khususnya di dalam negeri. Salah satunya, kata Dian, beternak sapi perah. Ini sangat menguntungkan, bukan hanya susu yang bisa diperah setiap hari tapi kotorannya pun dapat mendatangkan uang.

“Kotoran sapi dapat dijual untuk pupuk. Peluang keuntungan lainnya, menjual anak sapi dan pakan ternak. Jadi ada banyak keuntungan yang bisa didapat dari beternak sapi perah,” ujar Dian.

“Susu yang dihasilkan bahkan dapat diolah menjadi berbagai diversifikasi produk dan dapat dikerjasamakan dengan pihak lain seperti café dan restoran,” tambahnya.

Menurutnya, feeding management merupakan kunci sukses dari budidaya sapi perah. Selain itu, kualitas genetik dan kesehatan sapi perah juga sangat mempengaruhi produktivitas sapi perah.

Permasalahan kesehatan utama pada industri sapi perah adalah peradangan kelenjar mammary yang dikenal dengan penyakit mastitis. Prevalensi mastitis pada sapi perah di Indonesia yang cukup tinggi, yaitu mencapai 80% dan merupakan salah satu penyebab rendahnya produksi dan kualitas susu.

“Upaya mengatasi mastitis, yaitu pencegahan serta pengobatan merupakan topik penelitian yang kami lakukan di Laboratorium Produksi Ternak Potong dan Perah, Fakultas Peternakan dan Pertanian UNDIP” tuturnya.

Ia mengatakan sampai saat ini, pengobatan menggunakan antibiotik sintetis melalui injeksi secara intramammary adalah satu-satunya cara untuk mengobati mastitis. Namun demikian, penggunaan antibiotik sintetis berpotensi meningkatkan resistensi bakteri terhadap antibiotik, serta dapat  menimbulkan residu antibiotik dalam susu yang dihasilkan.

Universitas Diponegoro, lanjutnya, mengembangkan antibiotik dan antiseptik dari bahan alam (herbal) yang efektif dan aman untuk ternak maupun manusia sebagai konsumen susu.

Produk antibiotik herbal (phytobiotic) tersebut bernama Masti-Herb dan DIPO-Dry yang telah diuji coba secara klinis pada ternak perah penderita mastitis.  Produk antibiotik herbal tersebut terpilih dalam “110 Karya Inovasi Indonesia Paling Prospektif 2018” oleh Bussiness Innovation Centre (BIC).

Sedangkan produk antiseptik herbal yang dikembangkan oleh Undip bernama Agera-Mastic, IPO-Green dan I-Care. “Harapan kami, prevalensi mastitis dapat menurun, produksi dan kualitas susu meningkat, serta dapat menghasilkan susu yang aman untuk dikonsumsi karena tidak mengandung cemaran residu antibiotika,” ucapnya.*** undip.ac.id/dnr

Related posts

Berduka Wafatnya Doni Monardo, Dr Terawan Cerita Kerja Sama di Awal Covid-19 Menerjang Indonesia

admin

Jaga Stabilitas Pangan Kementan Siapkan 500 Ribu Hektar Lahan dan Benih di 10 Provinsi

admin

Kasad Tinjau TNI AD Manunggal Air di Pemukiman Eks Timor Timur

admin

Balitbangtan Kementan: Sorgum SURI 3 Cocok untuk Lahan Subur Maupun Marjinal

admin

Inovasi: Balitbangtan Kembangkan Gula Cair dari Singkong

admin

Panglima TNI Terima Pengurus PP PPAD Bahas Silatnas 2022

admin

Leave a Comment