PPAD
Serba-serbi

Kementan Dorong 6 Strategi Penguatan Perkebunan Nasional

PPAD Prosperity— Perkebunan merupakan sub sektor penting dalam mendorong perekonomian negara. Dalam pengembangannya tak dapat dipungkiri terus dihadapkan berbagai tantangan, perlu strategi penguatan perkebunan yang tepat jitu agar peningkatan produksi dan produktivitas serta ekspor perkebunan dapat terwujud.

Demikian disampaikan Andi Nur Alam Syah, Direktur Jenderal Perkebunan pada Sarasehan Tahunan APPERTANI (Aliansi Peneliti Pertanian Indonesia) yang mengangkat topik ‘APPERTANI Mendukung Inovasi dan Standardisasi untuk Solusi Pertanian’ di Aula Pusat Standardisasi Instrumen Perkebunan, Bogor, baru baru ini.

Dikutip dari laman ditjenbun.pertanian.go.id , Andi Nur menyatakan, Kementerian Pertanian khususnya Direktorat Jenderal Perkebunan memiliki 6 Strategi penguatan perkebunan nasional. Pertama, melalui Sawit Indonesia Satu Berkelanjutan (SAWIT SATU), yaitu Satu Peraturan Kelapa Sawit, Percepatan PSR, ISPO, Sarpras, SDM, Penerimaan Pajak, Transparansi dan Lembaga Sertifikasi.

Kedua, penguatan perkebunan membutuhkan inovasi dengan didukung teknologi yang memadai, tentu membutuhkan pendanaan. Perlunya kolaborasi berbagai pihak terkait, khususnya inisiasi sumber pendanaan pekebunan, melalui Pembentukan Badan Pengelola Dana Perkebunan Nasional.

Ketiga, penguatan selanjutnya, dilakukan antisipasi terhadap perubahan iklim, krisis pangan dan penguatan standar produk, melalui Demplot Mitigasi dan Adaptasi Perubahan Iklim, Desa Pertanian Organik berbasis Komoditas Perkebunan, Pengendalian OPT melalui Agen Pengendali Hayati dan Pestisida Nabati, Brigade Karlabun dan KTPA Sikarla Padam dan Sirami Kebunku dan Serfitikasi Climate Friendly Farming (CFE).

Penguatan yang Keempat, Penyediaan Benih Berkualitas, dimana penguatan dilakukan juga butuh dukungan perbenihan dalam pengembangan kawasan perkebunan nasional, dimana pengoptimalan benih diproduksi di berbagai pengembangan Kawasan perkebunan, dengan harapan dapat meningkatnya penggunaan benih unggul bermutu dan bersertifikat. Untuk itu perlu perbaikan sistem produksi atau penyediaan benih melalui pengembangan nursery dikawasan pengembangan perkebunan. Penyediaan benih berkualitas dilakukan melalui nurseri, kita bersinergi & berkolaborasi, mempermudah akses penyaluran benih, efisiensi distribusi. Selain itu, kita ada BabeBun yaitu sistem penyediaan, pengawasan, dan peredaran benih kelapa sawit terintegrasi.

Kelima, melalui Perkebunan Partisipatif (PASTI), yaitu pengembangan kawasan perkebunan tanaman semusim seperti vanili, serai wangi, dan kelor.

Andi Nur menambahkan, strategi yang terakhir, Keenam, penguatan tata kelola perkebunan nasional, melalui penguatan integrasi regulasi, data dan informasi, pembinaan dan pengawasan izin usaha, yang didukung dengan penyusunan peta spasial dan SIPERIBUN (Sistem Perizinan Berusaha Perkebunan) serta Digitalisasi Perkebunan.

Sesuai perkembangan era digitalisasi, lebih lanjut Andi Nur mengatakan, kita dituntut bekerja lebih efisien, transparan dan akuntable, untuk itu solusinya, SIPERIBUN sebagai platform pelaporan perusahaan satgas tata kelola kelapa sawit.

“Pentingnya program elaborasi rintisan bisnis perkebunan Indonesia, demi peningkatan produksi hingga menghasilkan peningkatan nilai tambah dan daya saing. Investasi sekali, untung berulang kali. Salah satu contoh dengan paket vanili dan paket sereh wangi, terdiri dari pengolahan lahan, benih, saprodi, budidaya, bimtek, pascapanen, pengolahan dan pemasaran,” jelas Andi Nur.***

Related posts

Doni Monardo Pastikan TGIPF Investigasi Semua Tahapan Tragedi Kanjuruhan

admin

Bertransaksi Obligasi di Pasar Sekunder Melalui bank bjb, Bisa Bawa Pulang Logam Mulia

admin

Penyuluh Pertanian Jadi Garda Terdepan Bantu Kesejahteraan Petani

admin

Tenun Karaja Sumba Didorong Jadi Produk ‘High End’ Bernilai Tinggi

admin

Pakar UNAIR: Beda dengan PMK, Hewan dengan Antraks Dilarang Disembelih Apalagi Dikonsumsi

admin

Atasi Masalah Pupuk, Prajurit Yonif Raider Khusus 732/Banau Bikin Kompos Bokashi

admin

Leave a Comment