PPAD
Serba-serbiWirausaha

Bisnis Menjanjikan Bertani Tembakau

PPAD Prosperity— Di masa pandemi ini, salah satu komoditas perkebunan yang tidak terlalu terdampak adalah petani tembakau. Para petani tembakau masih bisa menjalankan usahanya dan memenuhi kebutuhan hidupnya. Lebih menarik lagi, keuntungan yang dihasilkan dari perkebunan tembakau sungguh menjanjikan.

“Kita kerja cuma 9 bulan bisa untuk hidup 1  tahun,” kata Hamdani, petani tembakau dari Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat.

Menurut Ditjen Perkebunan Kementerian Pertanian salah satu yang menyebabkan kokohnya pengembangan tembakau adalah petani bermitra. Dari kemitraan tersebut, petani akan memiliki jaminan pasar dan modal bisa balik kembali.

“Dengan adanya kontrak diawal tahun, petani mempunyai jaminan pasar hingga produksi kami terserap , jika produksi kami terserap ada rupiah yang kami dapatkan,” ujar Hamdani, petani tembakau, sebagaimana dikutip dari laman ditjenbun.pertanian.go.id.

Hamdani mengelola perkebunan tembakau jenis virginia GL26H di lahan seluas 2 hektar di Desa Padamara Kecamatan Sukamulia Kabupaten Lombok Timur.

Hamdani berharap tembakau tetap eksis, sehingga bisa terus menompang dan memenuhi kehidupan sehari-hari para petani tembakau.

“Kami mengapresiasi pemberian bantuan dari pemerintah baik pusat maupun daerah yang telah memberikan bantuan kepada kelompok tani kami, melalui dana APBD I seluas 20 ha dengan rincian pupuk KNO3 sebanyak 2 ton, ZK sebanyak 2 ton, dan ZA sebanyak 2 ton, dimana sangat kami butuhkan dimasa pandemi saat ini,” ujarnya.

Menurut Hamdani, untuk menghasilkan bahan baku berkualitas baik, Petani memerlukan adanya penambahan sarana produksi. Petani pernah mendapatkan bantuan berupa pupuk dan pestisida namun dirasa masih terbatas.

Ke depannya diharapkan setidaknya dapat memenuhi 50 persen dari kebutuhan budidayanya, baik alat kultivator, pupuk, bahan bakar, dan lainnya, sehingga petani terbantu dalam menjalankan budidaya tembakau ini agar tersedianya bahan baku yang berkualitas.

Terkait bahan bakar, Hamdani menuturkan, dalam proses pengeringannya menggunakan oven konvensional dengan bahan alternatif cangkang sawit dan kemiri. Untuk satu oven dapat menampung 550 stik atau sekitar 4 ton daun tembakau.

Sambil menunjukkan oven konvensional yang sedang melakukan pengeringan daun tembakau M transisi daun C, yang memiliki karakter setelah matang tulang daunnya tidak fleksibel, agak kaku, dan terdapat bintik-bintik khas, kalau daun tembakau ada bintik justru itu yang diminati/dicari.

“Harapan kami kedepan, semoga pemerintah pusat maupun daerah membantu petani memberikan subsidi bahan bakar sawit karena dari tahun ke tahun harganya selalu meningkat,” katanya.

Terkait dana bagi hasil, lanjutnya, itu keringat kami sebagai petani tembakau. Ada tembakau, ada cukai, kalau tidak ada tembakau, tidak ada cukai. “Kalau boleh jangan 25 persen ke bidang teknis, porsinya diharapkan paling tidak 50 persen, untuk meningkatkan kualitas bahan baku yang baik sesuai norma standard yang mengatur pengembangan tembakau baik produksi, budidaya dan lainnya,” ucap Hamdani.

Untuk mendukung pengembangan tembakau dimana merupakan komoditas ekspor, ucapnya, para petani juga dituntut untuk paham dan dapat memenuhi syarat standar kebutuhan pasar global baik dari sisi residu dimana apabila tidak dikembangkan dengan baik dapat membahayakan, maupun dari beberapa faktor lainnya.

“Untuk itu petani tembakau memerlukan pelatihan atau bimbingan teknis (bimtek) terkait penerapan budidaya yang baik, dan bimtek pendukung lainnya, demi meningkatkan kemampuan sdm khususnya petani tembakau sehingga dapat menghasilkan tembakau berkualitas bermutu baik dan berdaya saing serta memenuhi standar pasar global,” ujarnya.

Bicara keuntungan, Hamdani mengatakan, lumayan. “Kita kerja cuma 9 bulan bisa untuk hidup 1  tahun,” katanya.***

Related posts

UN Global Compact, Wujud MIND ID Jaga Alam

admin

FAO Ramalkan Tahun 2050 Dunia Hadapi Potensi Bencana Kelaparan

admin

Pertanian Lahan Gambut Prospek Dikembangkan

admin

Perkenalkan, Cantini Agrihorti Bunga Cantik dari Balithi

admin

60 Tahun Doni Monardo

admin

Soal Penghapusan Kredit Macet UMKM di Perbankan, Teten: Dapat Dukungan dari Bank Himbara

admin

Leave a Comment