PPAD
Berita Terkini

Ratas Karhutla: Terungkap Munculnya Titik Api Bari Seluas 513,89 Ha di Kawasan TN Tanjung Puting

PPAD Prosperity— Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan agar penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting, Provinsi Kalimantan Tengah, mendapatkan perhatian khusus. Arahan tersebut disampaikan Presiden saat memimpin rapat perkembangan penanganan karhutla secara hybrid dari Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin (12/10/2026).

Hadir dalam rapat tersebut di antaranya, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, Menko Bidang Politik dan Keamanan Jenderal TNI (Purn) Dudung Abdurachman, Menteri Pertahanan RI Jenderal TNI (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin, Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Sugiyono, Kapolri Jenderal Pol Suyudi Ario Seto, Mensesneg Prasetyo Hadi dan Seskab Teddy Indra Wijaya dan Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto melaporkan bahwa kebakaran baru ditemukan di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting dengan luas sekitar 513,89 hektare. Penanganan dilakukan melalui penguatan satuan tugas darat, sementara operasi udara masih terkendala rendahnya jarak pandang akibat asap tebal.

Presiden menegaskan bahwa kawasan Tanjung Puting harus dijaga secara serius karena merupakan taman nasional. “Taman Nasional Tanjung Puting menjadi perhatian karena itu taman nasional,” ujar Presiden.

Presiden juga kembali menekankan pentingnya memperkuat keberadaan polisi hutan untuk menjaga kawasan-kawasan hutan di Indonesia. Kepala Negara meminta penguatan jumlah dan kapasitas personel tersebut dilakukan secara bertahap agar upaya perlindungan dan pencegahan kebakaran dapat semakin efektif.

“Karena itu tolong sampaikan ke MenPANRB, kalau memang saya minta 70 ribu polisi hutan karena ada maksud untuk menjaga hutan-hutan kita,” kata Presiden.

Presiden turut meminta Polri membantu penguatan kapasitas polisi hutan. “Kapolri nanti bisa bantu ya didik polisi hutan,” lanjutnya.

Kondisi Karhutla Tanjung Puting

Dalam rapat yang sama, Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin melaporkan kondisi lapangan di Tanjung Puting. Menurutnya, lokasi kebakaran tersebar, berada di kawasan rawa, dan sulit dijangkau kendaraan.

Salah satu kebutuhan utama di lapangan adalah pompa air berukuran kecil untuk mendukung pemadaman. Ketika Pangdam menyampaikan kebutuhan sekitar 50 pompa air, Presiden langsung memutuskan untuk memberikan dukungan dalam jumlah lebih besar.

“Berapa kau butuh pompa air? 50? Saya kirim 200,” ujar Presiden.

Selain pompa, Pangdam juga menyampaikan kebutuhan tim pengeboran air karena karakteristik kawasan rawa memungkinkan sumber air diperoleh dengan pengeboran sekitar 10 hingga 15 meter. Presiden kemudian memberikan dukungan untuk pembuatan 200 titik bor air dengan anggaran Rp2 miliar.

“Saya kirim Rp2 miliar, 200 titik,” kata Presiden.

Presiden meminta masyarakat setempat turut diberdayakan dalam pembuatan titik-titik bor tersebut. Menurut Kepala Negara, langkah cepat di lapangan harus berjalan beriringan dengan penguatan strategi pencegahan agar kebakaran tidak kembali meluas. (BPMI Setpres)

Caption: Presiden Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas membahas penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) secara hybrid dari Istana Merdeka, Jakarta, Senin, 12 Oktober 2026. Foto: BPMI Setpres/Muchlis Jr

Related posts

Ini yang Dilakukan Satgas 641/Beruang Saat Pesawat Susi Air Alami Pecah Ban di Bandara Apalapsili

admin

HUT ke-81 TNI: Sebanyak 204 Satuan Baru Diresmikan Termasuk 6 Komando Daerah Militer

admin

KSAD Pastikan Negara Penuhi Seluruh Hak Tiga Prajurit TNI yang Gugur

admin

Mentan Amran Giatkan Teknologi Modern untuk Percepatan Tanam

admin

Brigif 9 Kostrad Sukses Gelar Kejuaraan Tinju Amatir Danbrigif 9 Championship 2025 se-Jawa Timur

admin

Ketum PWRI Pusat Prapto Hadi: Banyak Masalah di Hadapi Para Pensiunan di Indonesia

admin

Leave a Comment