PPAD Prosperity— Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menegaskan, pelaksanaan tugas TNI di lapangan selalu terkoordinasi dan terintegrasi dengan seluruh instansi, kementerian, dan lembaga terkait dalam rangka mendukung program-program pemerintah, khususnya memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Penegasan tersebut disampaikan Kasad usai menjadi keynote speaker pada Seminar Nasional Ketahanan Pangan yang diselenggarakan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) di Hotel Aston, Jakarta Barat, Selasa (21/7/2026).
“Itu kan semua kita terkoordinasi dengan kementerian, jadi kita sampaikan, kementerian minta tolong ke kita (TNI), kita membantu program-program yang sudah ada. Tadi saya tekankan bahwa kami di tentara tidak ada program yang ingin memiliki, tapi kami ingin mendukung ketahanan pangan dan meningkatkan petani lebih baik kehidupannya,” tegas Kasad.
Dalam paparannya yang bertajuk “Ketahanan Pangan dalam Perspektif Pertahanan Negara dan Ketahanan Wilayah”, Kasad menjelaskan bahwa ancaman terhadap suatu bangsa saat ini tidak hanya berbentuk ancaman militer, tetapi juga krisis pangan, perubahan iklim, gangguan rantai pasok global, hingga dinamika geopolitik. Karena itu, ketahanan pangan menjadi bagian penting dalam memperkuat ketahanan nasional.
Kasad juga mengajak generasi muda, khususnya mahasiswa, untuk melihat sektor pertanian sebagai bidang yang memiliki prospek sekaligus berkontribusi terhadap masa depan bangsa.
“Saya juga ingin memotivasi mereka bahwa pertanian cukup menjanjikan sebetulnya, namun membutuhkan perjuangan cukup panjang dan juga kerja keras. Mudah-mudahan ini bisa menjadi motivasi bagi mereka (mahasiswa),” imbuh Kasad.
Pada kesempatan tersebut, Kasad turut memaparkan berbagai program TNI AD di seluruh Indonesia tersebut dilengkapi dengan sistem dashboard untuk memantau perkembangan setiap kegiatan secara real time, sehingga pelaksanaannya dapat dipastikan berlangsung transparan, terukur, dan akuntabel.
Melalui berbagai program tersebut, TNI AD terus bersinergi dengan kementerian, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan untuk mendukung ketahanan pangan sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan wilayah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Seminar yang berlangsung interaktif tersebut diharapkan dapat meningkatkan pemahaman generasi muda bahwa ketahanan pangan bukan hanya persoalan sektor pertanian, tetapi juga menjadi fondasi penting bagi kedaulatan, pertahanan negara, dan masa depan Indonesia. (Dispenad)

