PPAD Prosperity— Wakil Kepala Staf (Wakasad) TNI-AD, Letjen TNI Muhammad Saleh Mustafa menyatakan olahraga sepak bola sudah digemari dan dicintai anak-anak asal Maluku Utara (Malut), khususnya di Kota Ternate sejak dulu.
Saleh menceritakan masa lalunya saat masih berusia remaja di Kota Ternate, selalu bermain sepak bola hingga masuk waktu magrib, membuktikan bahwa anak-anak Ternate dari dulu hingga kini sangat mencintai sepak bola. Karenanya, Saleh yang juga pembina Malut United itu mendukung pembangunan akademi sepak bola untuk usia dini oleh Malut United.
“Memang, kondisi pulau Ternate yang kecil dengan penduduk yang padat, hingga salah satu cara mewujudkan olahraga yang baik adalah dengan menyiapkan fasilitas olahraga, maka tercipta budaya sportif, semangat, prestasi akan lahir dari anak-anak kita di Malut,” kata Muhammad Saleh Mustafa saat meresmikan training camp milik Malut United di Kota Ternate, Senin.
Muhammad Saleh Mustafa yang juga sebagai pembina Malut United menyatakan, sepak bola di Malut merupakan salah satu olahraga yang paling digemari anak-anak muda Malut khususnya di Kota Ternate.
Pembinaan terstruktur dalam olahraga, kata Saleh, harus dimulai dari pembinaan usia dini. Sehingga Malut United bisa melahirkan pelatih dan pemain yang bagus, karena sepak bola merupakan salah satu olahraga terbesar di yang dunia bisa mengangkat martabat dan harga diri bangsa.
Dia berharap, dengan menghadirkan pelatih-pelatih berkualitas seperti dari Benfica Portugal, untuk melatih anak usia dini Malut United bisa menjadi kebanggaan dan melahirkan pemain berkualitas dan berprestasi.
Untuk membangun akademi usia dini, Malut United menggandeng Akademi Sepak Bola Usia Dini Klub asal Portugal untuk pembinaan anak usia 7 hingga 9 tahun dengan 70 peserta diprioritaskan bagi anak-anak yatim piatu maupun mereka berasal dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi.
Sementara itu, Direktur Utama PT Malut Maju Sejahtera, Dirk Soplanit mengatakan, training camp ini memiliki fasilitas lengkap, mulai dari asrama hingga ruang belajar. Anak-anak tidak hanya dilatih secara teknik sepak bola, tetapi juga tetap mendapatkan pendidikan formal dan mendatangkan tim kepelatihan dari klub asal Portugal, SL Benfica, Klub yang berbasis di Lisboa, Portugal.
Menurutnya, kerja sama dengan Benfica menjadi langkah strategis untuk menghadirkan standar pelatihan sepak bola kelas dunia di Maluku Utara.
Berdasarkan penilaian CIES Football Observatory, Benfica pernah menempati peringkat pertama sebagai akademi unggulan dunia periode 2005–2006, mengungguli sejumlah klub besar lainnya seperti FC Barcelona, River Plate, Ajax Amsterdam, Sporting CP, Boca Juniors, dan Chelsea FC. (Sumber: Antara)

