PPAD
Serba-serbiTipsWirausaha

Tips Berbisnis di Bidang Pertanian

PPAD Prosperity— Bisnis di sektor pertanian makin menjanjikan. Bahkan kalangan milenial pun tak malu-malu lagi untuk terjun di bidang ini. Jika Anda tertarik berbisnis di sektor pertanian dan tengah bingung memilih apa yang akan ditekuni, mungkin tips ini bisa menjadi panduan.

Dikutip dari laman cashlez.com, berikut ini 5 tips berbisnis di bidang pertanian:

1.Sesuaikan dengan kebutuhan pasar

Salah satu kunci keberhasilan usaha pertanian adalah kemampuan pelaku usaha dalam menyediakan produk yang dibutuhkan masyarakat. Misalnya, meningkatnya kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan membuat banyak orang kini beralih mengonsumsi bahan makanan organik daripada menggunakan bahan makanan konvensional.

Nah, ini juga bisa Anda manfaatkan untuk membudidayakan buah, beras, dan sayuran organik yang bebas pestisida dan tidak menggunakan bahan sintetis. Selain bertani organik, Anda juga bisa membudidayakan berbagai bahan pangan yang lagi ngetren.

2. Menentukan bidang agribisnis yang sesuai

Jika Anda baru memulai bisnis di bidang agribisnis, maka Anda juga harus memperhatikan bidang agribisnis yang akan Anda jalankan. Karena, ruang lingkup agribisnis tidak hanya sebatas budidaya tanaman, tapi juga alternatif pilihan di bidang lain yang bisa kita coba.

Beberapa jenis bidang agribisnis yang bisa Anda pertimbangkan adalah usaha budidaya dan budidaya ternak. Tentunya selain minat, Anda juga harus mempelajari bidang agribisnis yang akan Anda jalankan dan mempertimbangkan apakah  memiliki lahan yang cukup atau tidak.

3. Memanfaatkan sistem pertanian vertikal

Apakah Anda salah satu pengusaha di bidang pertanian yang bingung mengembangkan usaha karena keterbatasan lahan? Pada dasarnya, Anda tetap bisa berekspansi dengan menghadirkan sistem pertanian vertikal.

Sistem pertanian ini memungkinkan Anda untuk menanam secara bertahap, sehingga lahan yang sempit pun tetap dapat dimanfaatkan secara optimal. Untuk membuat sistem tanam bertingkat, Anda dapat mengatur rak tempat pot nantinya akan ditempatkan.

4. Pilih tempat penanaman modern

Jika Anda ingin memaksimalkan lahan yang Anda miliki, maka Anda bisa menggunakan media tanam modern. Misalnya, Anda menggunakan polybag, kemasan botol plastik bekas, atau media alternatif lainnya.

Ketika kita bisa menggunakan berbagai wadah untuk bercocok tanam, kita bisa mengubah lahan sempit kita menjadi lahan pertanian yang subur.

5. Kelola keuangan dengan bijak

Sebagai pelaku usaha di bidang pertanian, Anda tidak hanya perlu fokus pada bagaimana mengolah lahan dan membudidayakan berbagai sayuran, buah-buahan, dan komoditas pertanian lainnya secara maksimal. Penting juga untuk memastikan kondisi keuangan bisnis Anda agar tetap stabil. Misalnya, memilih biaya operasional yang bisa Anda kurangi.***/din

Related posts

Penyuluh Pertanian Jadi Garda Terdepan Bantu Kesejahteraan Petani

admin

Prof Ulfah Temukan Cara Seleksi Bibit Pohon Sengon Tahan Hama dan Penyakit

admin

Webinar KUB, bank bjb Dukung Pengembangan Ekosistem BPD Indonesia

admin

Mengenang 2 Tahun Almarhum Doni Monardo: Balada Nasi Padang

admin

Mangga Unggulan ‘Arum Merah’ per-Pohon Hasilkan 100-125 Kg

admin

bank bjb Kolaborasi dengan Semen Indonesia, Mudahkan Penerimaan Pembayaran Tagihan

admin

Leave a Comment